Tuesday, October 26, 2010

Pameran Trade Expo Indonesia Gagal Total

Kegagalan optimalisasi transaksi perdagangan furnitur dalam pameran Trade Expo Indonesia bakal berdampak pada pencapaian target ekspor furnitur tahun 2010. Hingga Juni 2010, realisasi ekspor baru 1,677 miliar dollar AS. Padahal, target ekspor tahun ini ditetapkan 2,8 miliar dollar AS.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono di Jakarta, Selasa (26/10), mengatakan, ”Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) salah satu faktor yang memberikan kontribusi atas kegagalan mencapai target ekspor furnitur. Bayangkan, selama ini TEI selalu memberikan ruang pameran yang sangat luas bagi industri furnitur.”

Menurut Ambar, areal pameran industri furnitur dikurangi drastis hanya tinggal 20 persen demi mengedepankan misi ”Brand of Indonesia”. Tahun sebelumnya, industri furnitur diberikan lahan seluas 10.000 meter persegi. Karena itu, Asmindo ke depan hanya akan fokus pada pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia pada Maret dan September 2011.

Dari data Badan Pusat Statistik, total ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia tahun 2008 mencapai 2,654 miliar dollar AS. Tahun 2009, krisis finansial global menyebabkan ekspor hanya 2,249 miliar dollar AS.

Ambar mengatakan, tahun 2010, Asmindo memperkirakan target ekspor furnitur dan kerajinan sebesar 2,8 miliar dollar AS. Namun, target ini kini sulit dicapai.

No comments:

Post a Comment