Saturday, December 27, 2014

Analisa Omzet Harian Pedagang Pasar Klewer Yang Terbakar Habis Hari Ini

Kebakaran besar terjadi di Pasar Klewer yang merupakan pusat kain terbesar di Solo. Ada sekitar 2.000 pedagang batik dan tekstil di sana. Juru bicara Himpunan Pedagang Pasar Klewer, Kusbani, pada April lalu mengatakan omzet harian pedagang kain di sana rata-rata mencapai Rp 10 miliar. Bahkan, omzetnya bisa naik sampai 30 persen pada waktu tertentu seperti musim pemilihan umum.

Agus, salah seorang pedagang, mengatakan satu kios bisa berisi kain dan baju senilai Rp 100 juta. Dia memperkirakan total barang dagangan yang ada dalam pasar itu bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut seorang karyawan di salah satu kios, Nurul mengatakan bahwa para pedagang biasanya juga masih meninggalkan sebagian uang hasil penjualan di dalam pasar. "Di kios tempat saya masih ada Rp 10 juta," katanya.

Selain toko baju dan kain, di dalam pasar tersebut juga ada usaha lain seperti toko emas serta kantor kas pembantu sejumlah bank. Dalam waktu dua jam, api sudah menghabiskan Blok DD dan BB. Hingga saat ini api belum berhasil dijinakkan.

Sudah menjadi kebiasaan bagi pedagang Pasar Klewer. Setiap musim libur, pedagang akan menambah stok dagangan. Begitu juga yang terjadi saat ini, musim libur sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Momentum ini menjadi kesempatan bagi pedagang untuk "panen" pembeli.

Namun hasil "panen" itu belum sempat mereka nikmati ketika api lebih dulu meluluhlantakan bangunan pasar yang berada di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, 27 Desember 2014 Api yang mulai terlihat pukul 20.00 merembet cepat dan nyaris tidak memberi kesempatan kepada pedagang untuk meyelamatkan barang dagangan mereka.

Wibowo, seorang pedagang, mengatakan, jumlah pengunjung pasar memang melonjak drastis pada libur sekolah. Apalagi saat ini bertepatan dengan kegiatan Sekaten yang digelar di Keraton Kasunanan dalam rangka menyambut Maulid Nabi. "Tambahan stok mencapai 60 persen karena prediksi pedagang, hari Ahad ini merupakan puncak musim panen," kata Wibowo

No comments:

Post a Comment