Tuesday, December 30, 2014

Garuda Targetkan Pertumbuhan Bisnis 12 Persen pada 2015

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk tetap berusaha tumbuh ditengah situasi ekonomi makro yang tak kondusif. Oleh karena itu, tahun depan, Garuda akan menurunkan speed pertumbuhannya menjadi 10-12 persen.

"Jadi makanya, Garuda akan tetap melakukan partumbunan terhadap produksi tetapi pada kecepatan yang lebih rendah. Jadigrowth kita tahun ini 19-20 persen, tahun depan mungkin cuma 10-12 persen untuk kapasitas angkutannya," ujar Direktur Utama Garuda Arif Wibowo saat wawancara, Jakarta, Jumat (26/12/2014).

Menurut Arif, tahun depan Garuda akan mengasumsikan harga avtur di kisaran 75 sen per liter. Pasalnya menurut Arif, penurunan minyak dunia akan mengalami kecenderungan turun. "Kalau tahun ini kan 82,9 sen per liter. itu akan turun sebagai trade off-nya terhadap rupiah karena untuk kita, Garuda, akan mengasumsikan rupiah itu Rp 13.000 tapi avturnya akan turun kira-kira sampi 75 sen," kata dia.

Arif berharap, kondisi seperti itu mampu menjadi penopang bisnis Garuda. Berdasarkan perkiraannya, karena harga avtur turun makacost structure Garuda akan terkoreksi dengan baik. "Namun kita harus waspada karena pelemahan rupiah juga akan memperkecil orang melakukan perjalanan karena kan akan lebih irit dia, akan lebih hemat untuk spending money untuk perjalanan kecuali untuk hal penting. Belum lagi, perusahaan-perusahaan juga akan melakukan penghematan di tahun 2015," kata Mantan Dirut Citilink itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, suntikan dana 20 juta dollar AS yang diberikan Garuda kepada anak usahanya Citilink merupakan strategi perusahaan. Menurut dia, hal itu penting dilakukan untuk menjadikan Citilink sebagai "senjata" bisnis Garuda di domestik maupun regional.

"Gini, itu kan karena bagian dari corporate strategy, Garuda dan Citilink kerjasama. Garuda invest juga di Citilink. Jadi itu bagian Garuda memperkuat posisi di domestik nanti regional dengan menggunakan Citilink sebagai senjata untuk meng-upgrade pasarmiddle down," ujar Arif saat wawancara di Eksekutif Lounge Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang, Jumat (27/12/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan dana 20 juta dollar AS itu diharapkan Citilink mampu menarik sebesar-besarnya masyarakat segmen kelas menengah ke bawah. Pasalnya, kata Arif, segmen tersebut terus tumbuh dan berpotensi besar bagi penambahan jumlah pengguna jasa pesawat terbang Citilink.

Di sisi lain, dengan kemampuan Citilink menarik masyarakat kelas menengah bawah tersebut, maka diharapkan pula brand Garuda akan ikut semakin besar.  "Karena Garuda juga membutuhkan Citilink untuk memprospek brand Garuda itu sendiri. Pasar-pasar (segmen) kelas kebawah itu tumbuh sangat kuat," kata Arif.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan pihaknya telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dolar AS, dengan jangka waktu empat tahun.  Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok hutang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar 95 juta dollar AS, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.

PT Citilink Indonesia mendapatkan suntikan dana dari induk perusahaan, Garuda Indonesia sebesar 20 juta dollar AS. Citilink akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2015.

“Pinjaman itu diperlukan guna memantapkan upaya Citilik menguasai pasar domestik dan merambah rute regional, sekaligus upaya antisipatif menghadapi ASEAN Open Sky 2015," ujar pelaksana tugas President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Albert menjelaskan, perluasan ekspansi Citilink sangatlah penting untuk pengembangan bisnis saat Open Sky 2015. Nantinya, Citilink akan membuka berbagai rute baru baik domestik maupun regional.  "Lagipula selama semester pertama tahun 2015 kita masih terus mendatangkan lima pesawat baru Airbus A320,” kata dia.

Menurut Albert, dengan tambahan pesawat-pesawat baru tersebut Citilink di tahun 2015 dapat meningkatkan frekuensi penerbangan sebesar 30 persen dibanding 2014. Saat ini frekuensi penerbangan Citilink sudah mencapai 182 penerbangan sehari.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dollar AS, dengan jangka waktu empat tahun.  Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok utang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar 95 juta dollar AS, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.

No comments:

Post a Comment