Tuesday, December 30, 2014

Pedagang Pasar Tradisional Diajak Tidak Menjual Produk Impor Yang Lebih Laku Dijual

Menteri Perdagangan Racmat Gobel mengajak pedagang pasar untuk tak menjual produk impor. Sebab, pasar tradisional adalah tempat promosi hasil bumi dan produk khas daerah. "Produk daerah yang dijual itu akan bisa terkenal menjadi produk nasional dan internasional setelah dipromosikan oleh pedagang pasar," kata Racmat Gobel, saat meresmikan Pasar Bulu di Kota Semarang , Selasa 30 Desember 2014.

Rachmat mengaku khawatir melihat maraknya produk impor yang banyak dikonsumsi masyarakat. Padahal, kualitas produk impor sebenarnya tak selalu lebih bagus dibanding produk daerah. "Jangan jual produk impor, apalagi yang ilegal, harganya murah tapi tak punya standar baik," kata dia.

Kementerian Perdagangan sendiri telah meprogramkan pembangunan lima ribu pasar tradisional. Keberadaan pasar itu tak hanya dilihat dari fisik tapi menjadikan tempat pengadaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga. Selain itu pasar yang diprogramkan oleh pemerintah Jokowi-JK itu sebagai tempat promosi hasil bumi daerah dan produk lokal.

Menurut Rachmat, imbauan untuk tak menjual barang impor itu sebagai upaya bertahan dari persaingan dengan produk asing. Sejumlah produk lokal yang saat ini sudah teruji oleh kekuatan promosi pasar tradisional yang ia sebutkan adalah batik. "Batik merupakan produk khas daerah yang kini telah diakui internasional," katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan keberdaan pasar tradisional seperti Pasar Bulu yang selesai dibangun sebagai upaya mempertahankan ekonomi kerakyatan yang identik produk daerah. Pasar Bulu yang telah ada sejak tahun 1939 dan warisan pemerintah kolonial Belanda itu selama ini menjadi salah satu nadi ekonomi perekonomian rakyat. "Kami pertahankan sebagai pasar tradisonal yang modern dan tetap menjual produk khas daerah," kata Hendrar Prihadi.

Ia mengklaim pasar warisan kolonial yang dirancang oleh arsitektur kenamaan Herman Thomas Karsten pada tahun 1936 itu sebagai tempat strategis dan percontohan pembangunan pasar tradisional di Jateng dan nasional.

No comments:

Post a Comment