Monday, December 29, 2014

Bosowa Group Akuisisi 55 Persen Saham Bloomberg

Bosowa Group berencana mengakusisi 55 persen saham Bloomberg TV Indonesia. Mereka menargetkan proses akusisi itu bisa rampung dua bulan ke depan. Chief Executive Officer Bosowa Group, Erwin Aksa mengatakan, proses akuisisi akan dilakukan melalui skema penambahan modal.

"Berapa angka pastinya saat ini masih dikaji karena masih ada yang harus diklarifikasi," kata Erwin, Senin 29 Desember 2014. Rencananya, dana yang akan digunakan untuk melakukan aksi korporasi ini berasal dari kas internal perusahaan.

Dana itu, kata Erwin, akan digunakan untuk memperkuat modal Bloomberg TV serta untuk ekspansi usaha dan perbaikan peralatan. Erwin mengaku, salah satu alasan mengapa Bosowa berencana mengakuisisi Bloomberg TV adalah besarnya pasar konsumen terutama pada sektor jasa media. Selain itu, Bloomberg TV dinilai memiliki konten yang sudah terkenal dan cukup baik.

Chief Executive Officer PT Idea Karya, selaku Holding Company Bloomberg TV Indonesia, Ziva Narendra Arifin mengatakan bahwa hal itu masih sebatas wacana. "Saat ini kami belum bisa melakukan publikasi informasi apapun," kata dia. Tahap pembicaraan saat ini juga belum sampai pada proses finalisasi.

Menurut dia, saat ini pemegang saham mayoritas Bloomberg TV Indonesia masih dikuasai oleh beberapa pengusaha besar seperti bos Saratoga Group, Sandiaga Uno dan Rosan Roeslani.  Analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe menilai akuisisi Bosowa Group terhadap Bloomberg TV Indonesia merupakan langkah yang tepat.

Pasalnya, industri media masih merupakan salah satu sektor yang cukup menarik. "Saya rasa diversifikasi dan konglemerasi seperti ini cukup wajar," kata dia.

PT Tempo Inti Media Harian dan PT Bosowa Media Utama menandatangani perjanjian kerja sama dalam mendirikan PT Koran Tempo Makassar. Perjanjian itu ditandatangani di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014.

Penandatanganan perjanjian itu dihadiri Direktur Utama Bosowa Corporation Erwin Aksa, pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud, Direktur Utama PT Koran Tempo Makassar Irsal M. Ohorella, dan Direktur Utama PT Bosowa Media Utama Andi Suruji. Adapun PT Tempo Inti Media Harian diwakili Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti, Kepala Pemberitaan Korporat Toriq Hadad, dan Bussines Development Meiky Sofyansah.

Bambang Harymurti mengatakan perjanjian kerja sama itu harus menguntungkan kedua belah pihak. “Dalam berbisnis, kami harus memiliki partner dan saling menguntungkan,” katanya. Dalam perjanjian itu disepakati modal awal yang disetor untuk PT Koran Tempo Makassar adalah Rp 8 miliar. Modal itu berasal dari 4.000 lembar saham Tempo senilai Rp 4 miliar dan 4.000 lembar saham Bosowa senilai Rp 4 miliar.

Berdasarkan perjanjian kerja sama itu, Toriq Hadad menjabat Komisaris Utama dan Baharudin Rahim menjabat Komisaris PT Koran Tempo Makassar. Adapun Irsal M. Ohorella menempati posisi Direktur Utama dan Meiky Sofyansah menjabat Direktur PT Koran Tempo Makassar.

Menurut Irsal, kerja sama antara Tempo dan Bosowa itu merupakan langkah permulaan. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjalin kerja sama di bidang media lainnya, seperti stasiun televisi, pada masa mendatang. “Tempo berpengalaman di bidang industri media, sedangkan kami berpengalaman dalam bidang bisnis. Semoga sinergi ini saling menguntungkan,” ujar Irsal.

No comments:

Post a Comment