Tuesday, December 23, 2014

Daftar Merek Yang Terkena Imbas Krisis Ekonomi Rusia

Ekonomi Rusia saat ini sedang anjlok karena penurunan harga minyak serta sanksi dari negara Barat. Kondisi ini membuat omzet perusahaan-perusahaan dari negara Barat tertahan. Anjloknya mata uang ruble dan kejatuhan harga minyak menjadi penyebab utama terhantamnya ekonomi Rusia. Bila harga minyak tak membaik, maka PDB atau perekonomian Rusia bakal jatuh hingga 5% tahun depan.

Berita buruknya, banyak perusahaan-perusahaan dari negara Barat yang memiliki ketergantungan bisnis dengan Rusia. Kolapsnya mata uang ruble membuat harga-harga barang di Rusia menjadi mahal. Kondisi bakal membuat pembelian barang-barang impor dari negara Barat menjadi menurun. Bahkan perusahaan seperti IKEA, General Motor, dan Apple menghentikan sementara bisnisnya di Rusia.

Berikut merek-merek barang asal negara Barat yang terkena dampak dari krisis di Rusia, dilansir dari CNN, Sabtu (20/12/2014).

10. Perbankan Eropa
Krisis keuangan di Rusia membuat perbankan Eropa Barat sakit kepala. Karena banyak debitur dari bank-bank ini yang berasal dari Rusia. Total kredit yang dikucurkan perbankan Eropa kepada pihak Rusia mencapai US$ 155,9 miliar hingga akhir Juni 2014. Ini sekitar 1% dari total kredit keseluruhan. Kredit terbesar diberikan oleh bank asal Prancis sebesar US$ 47,8 miliar, diikuti bank Italia US$ 27,7 miliar, dan bank AS sebesar US$ 26,1 miliar.

9. Danone
Perusahaan makanan asal Prancis ini merupakan pemain besar di Rusia. Rusia memiliki pangsa pasar 11% di Danone. Namun, krisis yang terjadi di Rusia membuat pendapatan Danone bakal menurun, bahkan keuntungan turun tajam dalam setengah tahun ini.

8. McDonald's
Awal tahun ini, pemerintah Rusia menutup paksa 12 restoran McDonald's karena ketegangan yang terjadi dengan AS dan Eropa barat. Sekarang memang restoran McDonald's telah dibuka kembali, namun penjualannya tidak ramai.

7. Total
Perusahaan energi asal Prancis ini terganggu bisnisnya, karena sanksi ekonomi AS dan Eropa Barat ke Rusia. Total menunda rencana eksplorasinya dengan perusahaan Rusia, Lukoil.

6. ExxonMobil
Perusahaan minyak asal AS ini sebenarnya tengah melakukan eksplorasi minyak di wilayah Artic bersama Rosneft, sejak awal tahun ini. Namun Exxon tidak bisa melanjutkan proyek karena sanksi dari pemerintah AS, akibat krisis di Ukraina.

5. BP (British Petroleum)
Anjloknya harga minyak dan sanksi dari Barat menimpa BP. Karena BP merupakan memiliki saha, dalam jumlah besar di Rozneft, perusahaan minyak terbesar Rusia. Rozneft telah kehilangan aksesnya ke AS dan Eropa Barat, jalur pembiayaan keuangannya juga ditutup karena sanksi yang diberlakukan. Karena itu, apda kuartal III-2014, laba Rozneft turun 86%, karena turunnya harga minyak dan ruble. Tahun ini, harga saham BP turun 17%.

4. Adidas
Turunnya konsumsi di Rusia, membuat produsen perlengkapan olahraga asal Jerman ini menutup toko-tokonya di negara beruang merah tersebut. Adidas merupakan sala satu merek terbesar di Rusia, dengan 1.100 toko. Chief Executive Officer (CEO) Adidas, Herbert Hainer mengatakan bulan lalu, anjloknya ruble berdampak negatif kepada bisnis Adidas.

3. Carlsberg
Produsen bir asal Denmark ini mengalami penurunan permintaan di Rusia. Pasar bir turun 7% selama 6 bulan di 2014, karena ketidakpastian ekonomi. Carlsberg disebut sangat ketergantungan dengan penjualan di Rusia.

2. Volkswagen
Sama seperti Ford, Volkswagen (VW) mengalami nasib yang sama. Produsen mobil asal Jerman ini menghentikan produksi apda pabriknya di Rusia, tepatnya di kota Kaluga, selama 10 hari di September. Ini akibat melemahnya kondisi ekonomi. Cabang VW di Rusia penjualannya turun 205 pada Januari-November 2014.

1. Ford
Bisnis otomotif di Rusia sangat berat. Penjualan mobil sepanjang tahun ini turun 12%, menurut asosiasi bisnis Eropa. Ford salah satu yang tertimpa keras. Penjualan Ford turun 40% dalam 11 bulan terakhir di tahun ini. Produsen otomotif ini diberitakan akan memangkas 950 pegawai di Rusia pada April 2015.

No comments:

Post a Comment