Tuesday, December 23, 2014

Demi Kejar Peningkatan Kinerja Laba Perusahaan Buruh Samsung Wajib Kerja 15 Jam Per Hari dan Rakit 3.000 Ponsel Per Hari

Minggu lalu, pemerintah Brazil melakukan audit ke pabrik Samsung di Zona Perdagangan Bebas Manaus. Fasilitas produksi yang terdapat di sini merupakan salah satu yang terbesar di dunia milik perusahaan asal Korea Selatan itu. Jumlah pekerjanya mencapai 5.600 orang.

Seperti dikutip dari BBC, sejumlah fakta kurang mengenakkan kemudian terungkap dari hasil audit, seperti para pekerja yang diberi waktu sangat singkat untuk merakit sebuah ponsel: tak lebih dari 32 detik atau hanya sekitar setengah menit. Seorang pekerja di pabrik bisa merakit hingga 3.000 ponsel tiap harinya.

Waktu yang diberikan untuk merakit pesawat televisi sedikit lebih lama tetapi masih relatif singkat, yaitu 65 detik. Persoalan waktu kerja juga menjadi masalah, karena para pekerja pabrik bisa menghabiskan waktu 10 jam dalam posisi berdiri sehingga kerap menderita sakit punggung. Setiap shift, menurut keterangan yang dihimpun dari pekerja, bisa berlangsung hingga 15 jam per hari.

Kondisi lingkungan kerja yang tidak layak tersebut membuat pemerintah Brazil melayangkan tuntutan hukum atas Samsung, dengan permintaan ganti rugi sebesar 100 juta dollar AS karena perusahaan itu melanggar hukum tenaga kerja di negara yang bersangkutan.

Pihak Samsung telah memberikan respon dan mengatakan bakal mengambil tindakan begitu mendapat "pemberitahuan resmi". "Kami berkomitmen memberikan lingkungan kerja yang berstandar tinggi dalam hal keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan kepada para rekanan kami di seluruh dunia," ujar seorang juru bicara Samsung.

Samsung dalam waktu dekat ini tampaknya harus kembali ke meja hijau. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan ini tidak dituntut oleh perusahaan pesaing, melainkan oleh pemerintah negara Brasil. Tidak ada hak paten yang dilanggar kali ini. Pemerintah Brasil memasukkan berkas tuntutan melawan Samsung karena perusahaan tersebut dianggap tidak menyediakan kondisi bekerja yang layak di salah satu pabrik Samsung di wilayah Amazon.

Tuntutan pemerintah Brasil ini pun tidak terkesan main-main. Uang ganti rugi yang diminta pemerintah memiliki nominal yang cukup besar, yaitu sekitar 100 juta dollar AS.  Pemerintah Brasil melakukan audit di pabrik Zona Franca de Manaus Manaus, satu dari 25 pabrik terbesar Samsung di seluruh dunia. Di pabrik tersebut, Samsung mempekerjakan sekitar 5.600 karyawan. Dengan jumlah sebanyak ini, pabrik tersebut dapat menghasilkan cukup banyak produk untuk wilayah Amerika Latin.

Berdasarkan hasil auditnya, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (14/8/2013), Menteri Tenaga Kerja Brasil mengungkapkan, tenaga kerja yang ada di pabrik tersebut kurang mendapatkan perlakuan yang layak. Para karyawan harus bekerja setidaknya 15 jam dalam satu hari, termasuk 10 jam berdiri tanpa istirahat, dan terkadang harus bekerja terus-menerus selama 27 hari berturut-turut.

Samsung juga telah menerima sekitar 2.018 surat komplain dari karyawannya sendiri di pabrik tersebut terkait dengan masalah kesehatan, seperti masalah punggung, tendonitis, dan bursitis. "Perusahaan ini tidak memiliki manajemen yang layak tentang kesehatan. Mereka tidak juga berupaya untuk memecahkan masalah tersebut," kata penyidik Kementerian Romulo Lins.

Saat dihubungi oleh jurnalis asal Brasil terkait masalah ini, seorang jurubicara Samsung berkata, "Saat kami menerima pemberitahuan (dari pengadilan-red) atas kasus ini, kami akan melakukan analisis dari proses dan akan bekerja penuh dengan pihak berwenang di Brasil".

No comments:

Post a Comment