Monday, May 2, 2016

Indonesia Ekspor Biskuit Hingga Mie Instan Senilai Rp 9,6 Triliun Tahun 2015

Meski Indonesia bukan negara penghasil gandum, rupanya ekspor tepung terigu, produk dari terigu, dan produk berbasis tepung terigu dari Indonesia sangatlah besar. Tahun 2015, nilai ekspornya tercatat mencapai US$ 736,38 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun (kurs Rp 13.000).

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Ratna Sariloppies merinci, nilai ekspor tersebut meliputi ekspor tepung terigu sebesar US$ 35,29 juta, produk berbasis terigu US$ 608,117 juta, dan produk sampingan terigu US$ 92,97 juta.

"Total ekspor 2015 ini merupakan 35,4% dari total impor gandum. Di masa depan, Indonesia akan jadi pusat industri tepung terigu di regional Asia Timur. Kemudian, ekspor produk berbasis terigu akan mencapai US$ 1 miliar dalam beberapa waktu ke depan," kata Ratna. Menurut Ratna, total ekspor tepung terigu, produk berbasis tepung terigu, dan produk sampingan ini sebenarnya turun dari tahun 2014 yang mencatatkan nilai ekspor US$ 755,54 juta, atau turun sebesar 2,5%.

Dia mengungkapkan, tahun 2015, ekspor produk berbasis tepung terigu terbesar yakni wafel dan wafer sebesar 55.546 metric ton (MT) dengan nilai US$ 178,45 juta, mie instan 101.899 MT senilai US$ 167,15 juta, biskuit tanpa kandungan kakao 38.498 MT senilai US$ 153,35 juta, dan biskuit dengan kandungan kakao 31.138 MT sebesar US$ 60,89 juta.

"Dibanding tahun 2014, ekspor produk berbasis tepung terigu naik sebesar 0,4%," kata dia.

Sementara, negara-negara yang rajin mengimpor produk berbasis tepung terigu asal Indonesia antara lain Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Thailand, Jepang, Malaysia, hingga Timor Leste. Meski bukan produsen gandum, setiap tahun Indonesia rupanya rajin mengekspor tepung terigu cukup besar ke banyak negara. Negara importir terbesar produk tepung terigu asal Indonesia yakni Filipina.

Dari data Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) tahun 2015, Indonesia mengekspor terigu sebesar 79.151 metric ton (MT). Dengan jumlah ekspor terbesar ke Filipina sebesar 44.134 MT, Timor Leste 16.307 MT, Korea Selatan 6.282, Papua Nugini 4.456 MT, dan Singapura 3.518 MT. Kendati demikian, menurut Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sariloppies, jumlah ekspor tepung terigu Indonesia tersebut turun dibanding tahun lalu sebanyak total 79.968 MT.

"Dari data yang kami kirimkan ke BPS (Badan Pusat Statistik), dibanding tahun 2014, ekspor tepung terigu turun sebesar 11,7%. Tujuan utamanya Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, dan Papua Nugini," kata Ratna. Sementara itu, lanjut Ratna, dari sisi nilai ekspor, pada tahun 2015 nilai ekspor tepung terigu Indonesia yakni sebesar US$ 35,29 juta. Turun dari nilai ekspor di tahun 2014 sebesar US$ 39,95 juta.

No comments:

Post a Comment