Thursday, December 11, 2014

Tahun 2015 Akan Jadi Tahun Yang Sulit Bagi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan 2015 bukan tahun yang mudah untuk pertumbuhan perekonomian negara. “Kita (pemerintah) tidak bisa bersantai-santai,” ujarnya di seminar ekonomi TempoEconomic Briefing bertajuk "Memotret Perekonomian 2015", Rabu, 10 Desember 2014.

Sulitnya perekonomian tahun depan, menurut Bambang, disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang dimaksud di antaranya perbaikan perekonomian Amerika Serikat yang diperkirakan bisa tumbuh 3 persen lagi dalam waktu dekat.

Menteri Bambang menuturkan AS sangat berpengaruh karena menjadi satu-satunya negara yang berpengaruh di dunia. Pulihnya perekonomian Negara Abang Sam yang berbarengan dengan anjloknya pertumbuhan Cina hanya mencapai 7 persen dari sebelumnya 20 persen lebih.

Perlambatan ekonomi tak hanya terjadi di Cina, tapi juga di Jepang dan negara-negara Eropa. “Lebih parahnya lagi, Cina adalah salah satu negara yang bekerja sama terbanyak dengan Indonesia,” ujar Bambang.

Karena itu, kata Bambang, pemerintah tak bisa hanya mendorong konsumsi dan ekspor agar bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi. “Investasi adalah satu-satunya cara,” tuturnya.

Terkait dengan investasi ini, menurut Bambang, pemerintah akan jorjoran melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat. Infrastruktur tersebut adalah waduk, sistem irigasi, pelabuhan, akses jalan, dan listrik.

No comments:

Post a Comment