Tuesday, October 27, 2015

Dibawah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok Ekonomi Jakarta Alami Penurunan

Realisasi pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta sepanjang tahun ini diperkirakan bakal lebih rendah dibandingkan proyeksi awal yang dibuat oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 5,3–5,8 persen. Bank sentral memperkirakan ekonomi Ibu Kota hanya akan tumbuh di kisaran 5-5,4 persen, bahkan lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 5,95 persen.

BI menyebut pemulihan ekonomi global dan nasional yang tidak sekuat perkiraan sebelumnya, turut berimbas pada pertumbuhan ekonomi Jakarta. Pasalnya kinerja ekspor dan juga perdagangan antar daerah turut terpengaruh kondisi tersebut. Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Doni P Joewono, menyebut kinerja perekonomian Provinsi pimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akan sangat ditentukan di akhir semester II. BI masih berharap adanya dorongan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah daerah bisa mendongkrak pertumbuhan lebih tinggi. Pasalnya hingga September 2015, Pemerintah Provinsi baru membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 27,9 persen.

Doni mencatat penopang utama perekonomian Jakarta tahun ini berasal dari konsumsi rumah tangga sekitar 50-an persen dan investasi sekitar 40-an persen. Sementara kinerja ekspor barang dan jasa masih mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan ekonomi dunia. “Kemudian sektor jasa terkontraksi akibat semakin turunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Doni, Selasa (27/10).

Sebagai catatan pada kuartal II 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi Ibu Kota mencapai 5,15 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal I sebesar 5,08 persen. Meski masih ada di bawah perkiraan Bank Indonesia yang sebelumnya meyakini bisa tumbuh 5,2 persen.

Proyeksi 2016

Sementara untuk 2016, Doni memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jakarta akan membaik di kisaran 5,4-5,8 persen.

“Tahun 2015 ini, proses pembahasan APBD-nya memerlukan waktu dan proses lama. Kami harap APBD 2016 bisa disepakati dan digunakan tepat waktu,” kata Doni.

No comments:

Post a Comment