Wednesday, October 21, 2015

PT Timah Investasi Rp 400 Miliar untuk Garap Proyek Rare Earth Mineral

Manajemen PT Timah (Persero) Tbk berencana membangun pabrik pengolahan mineral tanah jarang, atau rare earth berskala industri mulai tahun depan. Hal ini dilakukan menyusul rampungnya pabrik pengolahan rare earth mini yang sejak pertengahan tahun ini telah dioperasikan perseroan di Muntok, Bangka Barat.

"Kalau pabrik yang kecil sudah jadi dan dioperasikan Agustus lalu. Sekarang kami persiapan untuk membangun pabrik yang berskala industri," kata Sukrisno, Direktur Utama Timah di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (21/10).

Sukrisno mengungkapkan, guna merealisasikan rencananya manajemen Timah telah membentuk tim khusus untuk menyiapkan segala rencana pembangunan konstruksi pabrik pengolahan tanah jarang. Bahkan, pihaknya sendiri mengaku sudah menentukan lahan yang akan menjadi lokasi pabrik sekaligus hitungan investasi yang akan digelontorkan dalam proyek tersebut.

"Kalau berkapasitas 500 ton per tahun, investasinya sekitar Rp 300 sampai 400 miliar. Lokasinya akan kami bangun bersebelahan dengan miniplant," tutur Sukrisno. Sebagai pengingat, adanya pengembangan pabrik pengolahan tanah jarang Timah tak lepas dari ide Dahlan Iskan tatkala masih menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa tahun lalu.

Lantaran memiliki harga yang tinggi di pasaran, Dahlan menginstruksikan agar Timah mulai mengolah tanah jarang sehingga dapat diekspor untuk dijadikan sebagai bahan baku komponen elektronik. Untuk diketahui, bahan baku tanah jarang dapat secara mudah diperoleh lantaran tanah jarang merupakan mineral ikutan dari timah.

"Itu nanti akan banyak produk turunan yang bisa dihasilkan kalau kita buat pabrik berskala industri. Kami proyeksikan tahun 2017 konstruksi pabrik bisa selesai," tandas Sukrisno.

No comments:

Post a Comment