Sunday, August 9, 2015

Alam Sutera Realty Tbk Pangkas Target Penjualan Rp 1,3 Triliun Setelah Bukukan Rugi Rp 325,3 Miliar

Pengembang properti, PT Alam Sutera Realty Tbk memangkas target pra-penjualan (marketing sales) perseroan hingga 22,41 persen karena melemahnya kinerja yang juga terlihat dari penurunan laba bersih sebagai akibat dari pelemahan ekonomi. Berdasarkan materi presentasi dalam analyst meeting yang ditandatangani Direktur Alam Sutera Joseph Sanusi Tjong, perseroan sebelumnya menargetkan total marketing sales pada 2015 mencapai Rp 5,8 triliun.

Namun karena pelemahan ekonomi, hingga semester I 2015 perseroan baru mencetak marketing sales senilai Rp 1,16 triliun, atau baru 20 persen dari target total. Atas dasar hal tersebut, Alam Sutera merevisi target marketing sales tahun ini menjadi Rp 4,5 triliun.

“Kami berharap dengan peraturan Bank Indonesia (BI) yang baru, yaitu LTV (loan to value) yang dapat membantu penjualan di komersial dan residensial,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Minggu (9/8). Pada semester II ini, Alam Sutera menargetkan dapat mengantongi marketing sales hingga Rp 3,33 triliun. Kontribusi terbesar ditargetkan berasal dari penjualan unit perkantoran senilai hingga Rp 1,14 triliun.

“Untuk penjualan perkantoran tidak sama dengan menjual apartemen dimana investor membeli 1 atau 2 unit saja. Saat ini ada beberapa perusahaan multinasional yang tertarik untuk membeli 3 sampai 7 lantai dan jika transaksi ini terjadi, maka besar pengaruhnya terhadap marketing sales,” jelas manajemen.

Sementara itu, kontribusi marketing sales dari proyek komersial di Serpong ditargetkan menjadi yang kedua terbesar dengan nilai Rp 867 miliar. Jumlah itu diikuti target dari proyek residensial di Pasar Kemis senilai Rp 507 miliar dan proyek apartemen Rp 424 miliar. “Untuk apartemen, tim kami baru terbentuk bulan April dan diharapkan penjulan akan meningkat di semester II 2015,” imbuh manajemen.

Analis Mandiri Sekuritas Rizky Hidayat mengatakan terkait masalah valuta asing, Alam Sutera terkena dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap valas. Ia menilai, selain Alam Sutera, perusahaan properti yang terkena imbas pelemahan rupiah adalah PT Pakuwon Jati Tbk. “Kami masih berhati-hati pada sektor ini karena pelemahan ekonomi dan penjualan properti yang melambat,” jelas Rizky dalam riset, belum lama ini.

Dari sisi kinerja, laba bersih Alam Sutera sepanjang paruh pertama 2015 tercatat melemah hingga 11,8 persen secara tahunan menjadi Rp 454,3 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 515,3 miliar.  Penurunan laba bersih seiring dengan melorotnya pendapatan usaha emiten properti ini 12,1 persen dari Rp 1,94 triliun menjadi Rp 1,73 triliun. Hal itu ditambah lagi karena perseroan juga mengalami rugi akibat tekanan kurs sebesar Rp 325,3 miliar. Padahal pada paruh pertama 2014, tercatat laba selisih kurs sebesar Rp 25,9 miliar.

No comments:

Post a Comment