Friday, March 25, 2011

Dana Keuangan Syariah Mengalami Kerugian Karena Indeks Harga Saham Gabungan Turun

Industri reksa dana syariah terkena dampak penurunan Indeks Harga Saham Gabungan sehingga dana kelolaannya turun dari posisi Rp 5,225 triliun pada 2010 menjadi Rp 5,055 triliun per Februari 2011. Dua jenis reksa dana yang terkena dampaknya adalah reksa dana indeks dan saham.

Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan Etty Retno Wulandari mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Jumat (25/3).

Menurut Etty, pangsa pasar reksa dana syariah saat ini masih sangat kecil, yakni 7,82 persen, terhadap total industri reksa dana nasional. Dana kelolaan pada reksa dana syariah sebagian besar diinvestasikan pada reksa dana terproteksi, yakni mencapai Rp 1,75 triliun, kemudian pada reksa dana saham sebesar Rp 1,7 triliun.

”Dana kelolaan pada reksa dana campuran juga tergolong besar, yakni Rp 1 triliun. Selebihnya, investasi dikonsentrasikan ke reksa dana indeks dan pendapatan tetap, masing-masing Rp 185 miliar dan Rp 434 miliar,” katanya.

Data Bapepam-LK menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Jakarta Islamic Index (indek efek yang memenuhi syariah Islam) saat ini ada di level Rp 1.050,49 triliun. Ini hampir sepertiga dari kapitalisasi seluruh Bursa Efek Indonesia (BEI) Rp 3.064 triliun.

Etty mengatakan, pihaknya berupaya agar minat masyarakat untuk masuk bursa semakin besar. Salah satu yang dilakukan adalah dengan meminta Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk mengeluarkan fatwa bahwa transaksi di bursa efek itu bukanlah perjudian sehingga halal untuk dijadikan investasi.

Sementara itu, pembiayaan Bank Syariah Bukopin tahun 2010 mencapai Rp 1,61 triliun, atau naik 25,94 persen dibandingkan 2009. Direktur Utama BSB Riyanto dalam jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Kamis lalu, menyampaikan, bulan ini akan menambah modal Rp 100 miliar dengan menerbitkan saham. Sudah dipastikan, saham akan dibeli oleh pemilik saham saat ini

No comments:

Post a Comment