Tuesday, March 10, 2015

Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Karena Rupiah Tak Kunjung Membaik

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia bersiap-siap merevisi target penjualan mobil 2015. Ketua Gaikindo Sudirman M. Rusdi mengatakan revisi mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kurs rupaih pada kuartal pertama tahun ini. Sebelumnya Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebesar 1,2 juta unit di 2015. "Akhir Maret akan kami tinjau ulang," katanya di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015.

Menurut Sudirman, pertumbuhan ekonomi berpengaruh pada daya beli masyarakat. Adapun melemahnya nilai tukar rupiah berpengaruh pada biaya produksi. Kalangan industri saat ini masih menunggu sampai level berapa rupiah akan stabil. Dengan nilai rupiah yang masih fluktuatif, pelaku industri sulit membuat prediksi.

Kendati demikian Sudirman masih melihat ada angin segar yang menggairahkan industri otomotif pada 2015. Surdirman menilai rencana pemerintah menggenjot proyek infrastruktur seperti membangun waduk dan jalan, memberi peluang bagi industri otomotif. "Proyek tersebut membutuhkan angkutan," ujarnya.

Berjalannya proyek infrastruktur akan menggenjot penjualan truk. Penjualan truk akan naik dan diikuti dengan meningkatnya penjualan kendaraan pikap kecil dan mobil penumpang. "Polanya seperti itu."

Sudirman mengatakan, penjualan truk menurun pada 2014. Saat ini separuh dari volume penjualan truk berasal dari stok lama. Menurut Sudirman penjualan truk dari stok lama mempertahankan harga lama. Alasannya stok lama belum terpengaruh kurs rupiah yang melemah. Penjualan truk stok lama menggunakan patokan nilai tukar 11.700 per dolar Amerika Serikat.

Suramnya penjualan mobil di 2015 sudah diprediksi sejak 2014. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto memprediksi penjualan mobil tahun ini akan stagnan. Itulah sebabnya target penjualan 2015 disamakan dengan target 2014 sebesar 1,2 juta unit.

Jongkie menilai selain kurs rupiah faktor yang bisa menghambat laju penjualan mobil adalah kenaikan pajak progresif dan kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Pada Desember 2014, produsen mobil harus tancap gas menjual 100 ribu unit untuk memenuhi target.

No comments:

Post a Comment