Friday, July 31, 2015

Perusahaan Perminyakan Pangkas 12.500 Karyawan Karena Penurunan Harga Minyak

Perusahaan minyak asal Belanda Royal Dutch Shell akan memangkas 6.500 karyawan pada tahun ini. Hal yang sama juga dilakukan perusahaan minyak lainnya asal Inggris, Centrica yang akan mengurangi 6.000 karyawannya. Gelombang PHK masih terjadi di industri minyak, sebagai akibat anjloknya harga minyak tahun ini. Seperti dilansir , Jumat (31/7/2015), harga minyak saat ini masih di bawah US$ 49 per barel.

Revolusi energi, stok miyak Amerika Serikat, hingga produksi negara-negara OPEC, membuat dunia mengalami kelebihan pasokan minyak. Apalagi, ekspor minyak dari Iran yang lebih banyak seiring dicabutnya sanksi dari dunia barat akan lebih menekan harga minyak global.

"Hari ini harga minyak turun, penurunan ini bisa berlangsung selama beberapa tahun," kata CEO Ben van Beurden dalam pernyataannya.

Laba Shell pada Kuartal II-2015 juga mengalami penurunan cukup tajam. Shell akan mengambil risiko dengan tetap melakukan investasi sekitar US$ 3 miliar untuk investasi tahun ini. Hal ini direspons positif oleh investor, yang membuat saham Shell naik 2,5% di perdagangan saham di London.

Sejumlah perusahaan minyak lainnya juga berencana memotong investasi dan memangkas pekerjaan, karena anjloknya harga minyak. Centrica, pemilik British Gas mengatakan, pihaknya meninjau kembali rencana eksplorasi dan produksi sumur minyak. Dan lebih memfokuskan peningkatan pelayanan sektor hilir seperti distribusi gas dan energi bisnisnya sebagai gantinya.

Saham Centrica turun 2,2% di perdagangan saham London.

No comments:

Post a Comment