Friday, July 24, 2015

Warren Buffet Rugi Rp. 9 Triliun Dalam Sehari Akibat Penurunan Harga Saham IBM

Berinvestasi saham memang terkadang bikin jantung deg-degan. Ini juga dialami oleh orang terkaya nomor 3 dunia, Warren Buffett. Dalam sehari, kekayaan Buffett hilang US$ 712,9 juta, atau sekitar Rp 9 triliun karena anjloknya saham IBM.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa lalu, saat saham IBM turun US$ 8,96/lembar, akibat laporan keuangan yang mengecewakan. Dilansir dari CNBC, Jumat (24/7/2015), perusahaan milik Buffett, yaitu Berkshire Harthway memiliki 79,57 juta lembar saham IBM menurut data akhir Maret 2013. Buffett menjadi pemegang saham terbesar IBM.

Memang, Buffett berharap akan menghasilkan uang dari IBM tidak dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang. Ini bukan kali pertama IBM membuat Berkshire rugi. Pada Oktober 2014 lalu, saham IBM juga turun karena pendapatannya jatuh.

Pada Senin awal pekan ini, IBM mengumumkan laba per sahamnya US$ 3,84 dan penjualannya US$ 20,81 miliar di kuartal II-2015. Kinerja laba per saham dan pendapatan ini turun 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat saham IBM jatuh, dan ikut mengerek bursa Wall Street ke zona negatif pada perdagangan Selasa lalu.

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah karena tertekan oleh saham IBM dan United Technologies. Penurunan kedua saham tersebut karena laporan keuangannya mengalami penurunan. Saham IBM turun 5,9 persen menjadi USD163,07, sehari setelah laporan kuartalan yang menunjukkan penurunan pendapatan perusahaan hingga 13 kali berturut-turut dan jauh dari harapan analis.

Saham United Technologies turun 7 persen menjadi USD102,71 per saham usai perseroan memangkas prospek laba 2015 untuk ketiga kalinya tahun ini. "Untuk pertama kalinya, sentimen fundamental menjadi faktor utama penurunan, sementara sektor makro tampaknya tenanf," kata kepala perdagangan saham AS di RBC Global Asset Management di Chicago Ryan Larson seperti dilansir Reuters, Rabu (22/7/2015).

Tiga saham sektor teknologi juga menekan pasar saham. Saham Apple jatuh 6,2 persen menjadi USD122,65, Microsoft kehilangan 3,5 persen menjadi USD45,65 per saham, dan Yahoo anjlok 2,2 persen menjadi USD38,85 setelah ketiganya merilis hasil kinerja kuartalan. Sejauh ini, 70 persen emiten telah melaporkan pendapatan di atas ekspektasi analis, atau di atas rata-rata tahunan 63 persen sejak 1994.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 181,12 poin atau 1 persen ke 17.919,29, indeks S&P 500 kehilangan 9,07 poin atau 0,43 persen menjadi 2.119,21 dan Nasdaq Composite turun 10,74 poin atau 0,21 persen menjadi 5.208,12.

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Selasa kemarin. Ini didorong oleh kinerja IBM dan United Technologies yang mengecewakan. Pelaku pasar juga memperkirakan perusahaan teknologi lainnya bakal menurun labanya, atau bahkan merugi. Saham IBM dan United Technologies menyumbang penurunan ke indeks Dow Jones sekitar 118-181 poin. Ini merupakan penurunan bursa terbesar dalam 2 pekan ini.

Kinerja yang mengecewakan membuat saham IBM turun 5,9% menjadi US$ 163,07 per lembar. Ini sehari setelah perusahaan tersebut mengumumkan penurunan pendapatan dalam 13 kuartal berturut-turut, dan bahkan penurunannya di bawah ekspektasi pelaku pasar. Laba IBM turun 17% sepanjang April-Juni 2015 menjadi US$ 3,5 miliar.  Mengikuti IBM, saham United Technologies juga turun 7% menjadi US$ 102,71 per lembar.

"Untuk pertama kalinya sejak beberapa waktu belakangan, sentimen fundamental menggerakan pasar hari ini. Latar belakang makro ekonomi menjadi pertimbangan pelaku pasar untuk memprediksi kinerja perusahaan," kata Analis, Ryan Larson, dilansir dari Reuters, Rabu (22/7/2015).

Kemungkinan pada Rabu ini, Wall Street masih akan negatif, karena kinerja Apple, Microsoft, dan Yahoo yang juga di bawah ekspektasi. Indeks Dow Jones turun 181,12 poin (1%) ke 17.919,29. Indeks S&P500 turun 9,07 poin (0,43%) ke 2.119.21. Indeks Nasdaq turun 10,74 poin (0,21%) ke 5.208,12. Ada sekitar 6,15 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Ini di bawah transaksi rata-rata 6,54 miliar lembar saham pada bulan ini.

No comments:

Post a Comment