Friday, October 17, 2014

3 Rekomendasi Komite Ekonomi Nasional Untuk Jokowi Termasuk Menaikan Harga BBM

Komite Ekonomi Nasional (KEN) memberi tiga rekomendasi untuk Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Wakil Ketua KEN Raden Pardede mengatakan tahun 2015 adalah masa-masa sulit untuk perekonomian Indonesia.

"Ada tantangan global yang tidak bisa kita hindari," kata dia seusai menghadiri Prospek Ekonomi Nasional di Hotel Grand Hyatt, Jumat, 18 Oktober 2014. Sebagai rekomendasi pertama, KEN mengingatkan Jokowi akan pentingnya ruang fiskal di tengah melambatnya perekonomian. Ruang fiskal, kata dia, bisa diciptakan dari pengurangan belanja subsidi untuk dialokasikan pada pembangunan infrastruktur.

Rekomendasi kedua dari KEN adalah perbaikan infrastruktur logistik. Raden mengatakan masalah ini sejak dulu tidak terselesaikan. Rekomendasi terakhir dari KEN adalah meminta Jokowi untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Hal ini, kata Raden, wajib dilakukan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan antara si kaya dan si miskin.

Ketua Umum KEN yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan pekan ini menjadi momen pertemuan terakhir komite yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Dia mengaku belum mengetahui, apakah Jokowi akan membentuk tim atau komite lain sejenis KEN. "Tapi kami akan tetap merekomendasikan prospek ekonomi nasional untuk tahun depan," kata dia.

Komite Ekonomi Nasional merekomendasikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Wakil Ketua KEN Raden Pardede mengatakan harga BBM harus dinaikkan minimal Rp 3.000 per liter. "Disarankan untuk dilakukan tahun ini karena ada keleluasaan," kata dia seusai acara Prospek Ekonomi Nasional di Hotel Grand Hyatt, Jumat, 18 Oktober 2014.

Menurut Raden, kenaikan harga BBM harus dilakukan untuk menciptakan ruang fiskal di tengah melambatnya perekonomian. Tahun 2015, kata dia, adalah masa sulit untuk perekonomian Indonesia karena ada hambatan secara global. Saat itu, kata dia, akan sulit untuk menaikkan harga BBM. "Apalagi harus berhadapan dengan DPR, yang belum sepenuhnya mendukung Jokowi," ujarnya.

Pemangkasan subsidi melalui kenaikan harga BBM, kata Raden, sangat penting untuk menciptakan ruang fiskal. Dana yang tersedia, kata dia, bisa dipakai untuk pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja.

Selain kenaikan harga BBM, Raden juga meminta Jokowi memperbaiki infrastruktur logistik serta merangsang penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Hal ini, kata Raden, wajib dilakukan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan antara si kaya dan si miskin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung, mengatakan ia telah menerima informasi dari pemerintahan baru tentang rencana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi. “Insya Allah, rencananya November tahun ini,” kata CT, panggilan akrab Chairu Tanjung, usai menghadiri acara Prospek Ekonomi Nasional di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2014.

Menurut CT, dengan kenaikan harga BBM, maka kuota yang ada untuk tahun ini akan cukup. Sebab, permintaan BBM akan berkurang. Dalam masalah ini, Komite Ekonomi Nasional merekomendasikan kenaikan harga BBM subsidi minimal Rp 3.000 per liter. Kebijakan itu disarankan agar dilakukan tahun ini juga.

“Karena tahun ini ada keleluasaan menaikkan BBM. Kalau tahun depan, bisa harus berhadapan dulu dengan DPR. Padahal, koalisi politik belum sepenuhnya mendukung Jokowi,” kata Wakil Ketua KEN, Raden Pardede

No comments:

Post a Comment