Monday, April 27, 2015

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Diprediksi Rebound Setelah Panic Selling

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada dalam rentang support 5.217-5.220 dan resisten 5.251-5.284 pada perdagangan Selasa (28/4), dengan kecenderungan bergerak rebound setelah anjlok dalam karena panic selling. Reza Priyambada, Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, mengatakan laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5.450-5.470) dan juga jauh di bawah area target support(5.400-5.417).

“Aksi panic selling membawa IHSG terjerembab ke zona merah dan mengembalikan posisinya ke periode Januari 2015. Di sisi lain, pelemahan yang terjadi telah menutup lunas utang gap 5.342-5.372,” ujarnya dalam riset, Senin (27/4).

Dengan demikian, lanjutnya, jika kondisi ini dibarengi dengan membaiknya laju bursa saham global dan berkurangnya aksi jual maka posisi IHSG pun memberikan peluang yang bagus untukrebound. Namun demikian, Reza menilai investor sebaiknya tetap mencermati potensi pelemahan.

“Laju IHSG diluar perkiraan dimana mengalami penurunan signifikan. Maraknya aksi jual membuat IHSG terhempas jauh dari sehari sebelumnya. Padahal, kami masih berharap imbas positif dari bursa saham global dapat membuat laju IHSG dapat membaik,” jelasnya. Namun apa daya, lanjut Reza, volume jual yang lebih mendominasi membuat laju IHSG anjlok. Bahkan hingga akhir sesi penurunan makin tidak terbendung dan membuat IHSG makin longsor.

“Berbaliknya laju Rupiah ke zona hijau belum dapat mengimbangi aksi jual investor asing dan masih maraknya pemberitaan terkait ekspektasi kinerja para emiten kuartal I 2015 yang akan di bawah estimasi serta ekspektasi akan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2015,” ungkapnya.

Dari bursa global, menurut Reza, kembali meningkatnya ketegangan di Yaman membuat harga minyak mentah kembali naik dan cukup direspon positif pelaku pasar di bursa saham Asia.

Di sisi lain, munculnya kabar akan rencana pemerintah Tiongkok untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonominya yang dibarengi dengan rencana penggabungan atau merger antar BUMN untuk membuat lebih efisien turut menambah sentimen positif.

“Sementara, laju Nikkei kembali melemah seiring antisipasi jelang pertemuan Bank of Japan di minggu ini,” jelasnya. Sementara itu, mengawali awal pekan ini laju bursa saham Eropa mampu melanjutkan pergerakan positifnya. Adanya rilis penambahan investasi luar negeri di Jerman yang dibarengi dengan ekspektasi positif rilis data-data ekonomi dan kinerja para emiten mampu membuat laju bursa saham Eropa bergerak di teritori hijau.

“Laju bursa saham AS diharapkan masih dapat melanjutkan pergerakan positifnya meski jelang pertemuan The Fed,” kata Reza. Di sisi lain, pihaknya sedang menunggu rilis indeks market service PMI dan market composite PMI yang diharapkan belum akan mengalami peningkatan agar dapat memberikan alasan bagi penundaan kenaikan suku bunga.

No comments:

Post a Comment