Monday, April 27, 2015

Laba Bersih Astra Internasional Anjlok 16 Persen Di Kuartal 1 2015

Sepanjang kuartal I-2015, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih 16%. Laba Astra periode ini mencapai Rp 3,9 triliun, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4,7 triliun. Dalam laporan keuangan yang diterbitkan, Senin (27/4/2015), pendapatan bersih Astra kuartal I-2015 turun menjadi Rp 45,187 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 49,821 triliun.

Beban pokok Astra di periode tersebut juga turun menjadi Rp 36,626 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 40,426 triliun. Laba bruto tercatat turun di periode tersebut menjadi Rp 9,395 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,561 triliun.

"Walaupun kami menghadapi tantangan akibat penurunan pertumbuhan ekonomi, tertekannya pasar komoditas dan meningkatnya persaingan di sektor kendaraan roda empat, bisnis Astra tetap di posisi terdepan sebagai pilihan konsumen, didukung oleh neraca keuangan yang kuat," kata Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto.

Pendapatan Astra turun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan otomotif, agribisnis dan alat berat. Laba bersih konsolidasian menurun 16% menjadi Rp 4 triliun, yang mencerminkan penurunan kontribusi dari divisi agribisnis sebesar 80%, disebabkan oleh rendahnya harga CPO, dan penurunan dari divisi otomotif sebesar 21%, di mana sebagian penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa keuangan dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.

Nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 2.476 pada 31 Maret 2015, meningkat sebesar 5% dibandingkan dengan akhir tahun 2014. Laba per saham Astra turun 16% menjadi Rp 99 per saham, dari periode yang sama tahun lalu Rp 117 per saham.

No comments:

Post a Comment