Saturday, April 18, 2015

Cara Mudah Menghitung dan Mempersiapkan Dana Pensiun

Pekan lalu, sudah dibahas tentang memperkirakan dana pensiun yang kita perlukan. Persentasenya sangat bergantung pada gaya hidup macam apa yang kita inginkan di masa pensiun mendatang. Kisarannya antara 80 persen dan 125 persen dari gaji kita sekarang. Semakin mewah gaya hidup pada masa pensiun, semakin tinggi juga persentase yang harus dipersiapkan.

Nah, setelah mengetahui berapa persentase pendapatan kita setelah pensiun, perlu diketahui berapa nominalnya. Ada dua parameter yang harus diketahui, yaitu gaji terakhir dan jangka waktu kapan kita akan pensiun.

Misalnya begini, Badu saat ini berusia 30 tahun. Gajinya sekarang Rp 10 juta. Pada masa pensiun kelak, dia ingin berjalan-jalan ke tempat-tempat yang menarik bersama dengan istrinya. Tentu dia harus mempersiapkan biayanya. Gaya hidup mewah seperti itu diperkirakan memerlukan pendapatan 125 persen dari pendapatannya saat ini.

Katakanlah pendapatannya saat ini sebesar Rp 10 juta. Jadi, pada masa pensiun kelak dia harus memiliki pendapatan sebesar Rp 12,5 juta untuk memenuhi gaya hidupnya itu. Badu merencanakan pensiun pada usia 55 tahun. Jarak antara usianya dengan masa pensiun adalah 55 tahun dikurangi 30 tahun, yaitu 25 tahun. Artinya, Badu memiliki kesempatan selama 25 tahun untuk menabung biaya pensiun.

Tentu saja, uang dengan nominal Rp 12,5 juta pada saat ini di kala Badu berusia 30 tahun berbeda dengan ketika dia berusia 55 tahun. Ada faktor lain yang bernama inflasi, yang menggerogoti nilai uang. Misalnya dengan uang Rp 10 juta saat ini sudah dapat membeli telepon genggam paling canggih, maka uang senilai Rp 10 juta 25 tahun mendatang mungkin hanya dapat digunakan untuk membeli sarung teleponnya saja. Begitu dahsyatnya inflasi ini menggerogoti nilai uang kita.

Setelah mengetahui bahwa Badu harus memiliki pendapatan sebesar Rp 12,5 juta per bulan pada usia 55 tahun, kita harus mencari tahu berapa uang yang saat ini senilai Rp 12,5 juta pada 25 tahun mendatang. Caranya dengan mencari tingkat inflasi. Rata-rata inflasi di Indonesia sekitar 8 persen dalam 10 tahun terakhir ini. Data ini dapat digunakan untuk menghitung berapa uang yang Badu perlukan kelak.

Rumus mencari nilai yang akan datang atau future value adalah FV = Pv (1+r) ^ n. FV adalah nilai yang dicari, PV adalah nilai saat ini, yaitu Rp 12,5 juta, "r" adalah tingkat inflasi, dan "n" adalah periode waktunya, yaitu 25 tahun.

Cara lain adalah menggunakan kalkulator finansial dari sejumlah situs, seperti www.financeformulas.net. Setelah dihitung, ditemukan bahwa uang sebesar Rp 12,5 juta dengan inflasi 8 persen per tahun sama nilainya dengan Rp 85.605.939.

Bayangkan bagaimana inflasi menggerogoti nilai uang kita. Uang yang saat ini senilai Rp 12,5 juta akan setara dengan Rp 85.605.939 pada 25 tahun yang akan datang. Itu baru untuk satu bulan. Dalam satu tahun, dana yang diperlukan adalah Rp 1.027.271.268. Ini baru satu tahun. Sementara menurut data statistik, usia harapan hidup di Indonesia sekitar 68 tahun. Jadi, bayangkan berapa besar dana yang harus dipersiapkan dalam periode usia 55 hingga 68 tahun tersebut.

Ada banyak cara untuk mempersiapkan dana pensiun. Berinvestasi sejak awal adalah salah satu cara yang jitu. Jika Badu hidup sehat selama 15 tahun setelah pensiun dia harus mempersiapkan dana sebesar Rp 11.497.941.766,12 untuk menunjang gaya hidupnya.

Dana ini memang besar, tetapi bukan tidak mungkin dikumpulkan. Jika Badu baru terkejut saat melihat kebutuhan pensiunnya dan baru mengumpulkan dana pensiun ketika berusia 30 tahun, dia harus menyisihkan dana sebesar Rp 3.620.711 untuk ditempatkan pada instrumen yang memberikan imbal hasil sebesar 15 persen. Instrumennya dapat berupa reksa dana saham atau saham. Atau mungkin juga properti.

Jika sejak usia 25 tahun Badu sudah menyadari kebutuhan besar dana pensiunnya, dia hanya harus berinvestasi sebesar Rp 914.159 per bulan. Berarti dia memiliki kesempatan menabung selama 30 tahun. Sembari bekerja, dia dapat menyisihkan uangnya untuk menjamin kebutuhan pensiunnya kelak.

No comments:

Post a Comment