Monday, April 20, 2015

PT Astra Otoparts Tetap Bagi Deviden Ditengah Penurunan Laba Bersih

Meski laba turun, PT Astra Otoparts tetap membagikan dividen tahun ini. Perusahaan suku cadang itu membagikan dividen sebesar Rp 347 miliar atau Rp 72 per lembar saham. Besaran ini turun dari tahun buku 2013 yang sebesar Rp 402,4 miliar atau Rp 83,5 per saham.  Besaran dividen tersebut adalah sekitar 40 persen dari laba bersih tahun 2014 yang mencapai Rp 817,66 miliar. Laba ini sendiri turun 8,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 948,01 miliar.

Sebesar Rp 115 miliar atau sebesar Rp 24 per saham telah dibagikan pada tanggal 28 Oktober 2014 sebagai dividen interim. Sisanya, sebesar Rp 231 miliar atau sekitar Rp 48 per saham akan dibagikan pada tanggal 22 Mei 2015.

"Sebesar Rp 5 miliar dari laba bersih akan dijadikan cadangan khusus sesuai pasal 70 UUPT (Undang-undang Perseroan Terbatas). Sisanya dicatat sebagai laba ditahan perseroan untuk digunakan sebagai modal kerja dan investasi," kata Corporate Secretary Astra Otoparts Robby Sani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4.

Perseroan mengklaim penurunan laba bersih disebabkan adanya kenaikan beban usaha dan penurunan laba bersih dari entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas, yang disebabkan kondisi perekonomian dan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kinerja perseroan, seperti fluktuasi nilai tukar dan biaya tenaga kerja yang meningkat.

Sementara itu, perseroan mencatatkan kenaikan laba bruto pada tahun 2014 sebesar Rp 1,76 triliun atau meningkat 6,11 persen dibandingkan tahun 2013, Rp 1,65 triliun. Sepanjang tahun 2014 perseroan membukukan pendapatan bersih senilai Rp 12,26 triliun atau naik 14,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 10,7 triliun.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan pasar otomotif roda dua, peningkatan pendapatan dari segmen kendaraan roda empat, hasil dari akuisisi 2013 yang telah memberikan konstribusi penuh pada peningkatan penjualan ke segmen pasar Original Equipment Manufacturer (OEM), serta meningkatnya kebutuhan suku cadang pada segmen pasar Replacement Market (REM).

Selain itu, beban usaha perseroan tahun 2014 meningkat 24,08 persen dibandingkan tahun 2013 menjadi Rp 1,29 triliun. Dalam kesempatan yang sama juga ditetapkan anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan 2015 -2017. Adapun susunannya adalah sebagai berikut:

DEWAN DIREKSI
Presiden Direktur: Hamdani Dzulkarnaen Salim
Direktur Independen: Bambang Rustamadji Sugeng
Direktur: Djangkep Budhi Santoso
Direktur: Hugeng Gozali
Direktur: Aurelius Kartika Hadi Tan
Direktur: Lay Agus
Direktur: Kusharijono
Direktur: Yusak Kristian Solaeman

DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris: Djoni Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris: Sudirman Maman Rusdi
Wakil Presiden Komisaris: Johannes Loman
Komisaris Independen: Agus Tjahajana Wirakusumah
Komisaris Independen: Bambang Trisulo
Komisaris Independen: Angky Utarya Tisnadisastra
Komisaris: Johnny Darmawan Danusasmita
Komisaris: Simon Collier Dixon
Komisaris: Chiew Sin Cheok

No comments:

Post a Comment