Friday, February 11, 2011

Harga Pinang Di Tingkat Petani Mengalami Kenaikan

Harga pinang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dalam lima bulan terakhir. Kenaikan dipicu oleh menurunnya hasil panen, sementara permintaan dari India terus meningkat.

Harga biji pinang kering di tingkat petani sekarang ini Rp 6.000- Rp 7.000 per kilogram, atau naik dibandingkan dengan lima bulan sebelumnya yang masih Rp 3.000-Rp 3.500 per kilogram.

”Harganya memang naik terus sejak tahun lalu,” kata Saniyah, petani pinang di Desa Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (11/2).

Meski harga pinang sedang tinggi, lanjut Saniyah, keuntungan petani tidak signifikan. Pasalnya, tanaman sedang mengalami masa trak (masa di mana buah berkurang) sehingga hasil panen menurun. Biasanya, kata Saiyah, dia bisa memanen sekitar dua kuintal buah pinang setiap dua minggu. Namun, hasil panen saat ini menurun hampir setengahnya.

Hasil panen biasanya dijemur di pinggir jalan, kemudian kulitnya dikupas sebelum bijinya dijual ke pengepul. Dari pengepul, biji pinang lalu dibawa ke gudang pengolahan sebelum diekspor ke India.

Dalam lima tahun terakhir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah mengekspor pinang secara langsung ke India. Salah seorang eksportir pinang, Jamal Darmawan, mengatakan, harga pinang terus melambung sejak ekspor berhasil dilakukan.

Kondisi ini jauh berbeda dengan sebelumnya, saat ekspor dilakukan melalui Singapura setelah ditampung oleh pengepul di Medan dan Padang.

”Dulu harga pinang hanya sekitar Rp 2.000 per kilogram. Sekarang bisa Rp 8.000 per kilogram,” tuturnya.

3 comments:

  1. ada yang mau beli pinang>? bisa hubungi 087767421826

    ReplyDelete
  2. saya juga menjual pinang, Hendra 081321649005

    ReplyDelete
  3. Kami mencari pinang kering kadar air minimal 4% klo ada hubungi 085273821144

    ReplyDelete