Sunday, February 20, 2011

Pemerintah Berupaya Agar Hyundai Bangun Pabrik Di Indonesia

Pertimbangan produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company atau HMC, untuk memilih Indonesia sebagai basis produksi barunya, hingga kini belum juga ditetapkan. Pemerintah berupaya agar pimpinan tertinggi Hyundai mendapatkan informasi terbaru tentang perekonomian Indonesia yang diperkirakan belum mereka ketahui.

”Hyundai belum memutuskan karena dia masih memperhitungkan Indonesia atau Vietnam yang menjadi pilihannya. Dia masih menunggu hasil studi selesai. Namun, studi Hyundai itu belum menerima informasi terakhir Indonesia, antara lain tentang pertumbuhan ekonomi, kemudahan yang kami berikan, dan banyaknya regulasi yang diperbaiki,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (18/2).

Sebelumnya, HMC dikabarkan serius menjajaki investasi manufaktur di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan hilir-mudiknya beberapa ahli Hyundai sejak 2009 untuk melakukan studi kelayakan di Indonesia.

Hyundai Motor Indonesia (HMI) sebagai prinsipal HMC telah merakit jenis kendaraan MPV H-1 untuk menunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu memproduksi produk berkualitas. Jika HMC masuk ke Indonesia, nilai investasi baru yang akan masuk diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Saat ini HMI sudah menanamkan modal senilai Rp 40 miliar untuk membangun infrastruktur, terutama untuk perangkat perakitan dan pengecatan. Pabrik perakitan itu dibangun di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Hatta, sebagai sebuah pasar, Vietnam tidak menjanjikan keuntungan. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki potensi pasar besar, dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa.

No comments:

Post a Comment