Sunday, February 20, 2011

Pemesanan Sukuk Obligasi Syariah Kementerian Keuangan Melebihi 7 Triliun Rupiah

Kementerian Keuangan mencatat nilai obligasi negara ritel berbasis syariah atau sukuk ritel seri SR-003 yang dipesan para investor hingga masa penawaran berakhir 18 Februari mencapai lebih dari Rp 7 triliun. Dengan demikian, terjadi peningkatan pemesanan SR-003 dibandingkan dengan empat hari sebelumnya yang mencapai Rp 4,8 triliun.

”Sukuk ritel SR-003 dapat direalisasikan melampaui target internal yang disampaikan para agen penjual kepada kami. Jumlah realisasinya melampaui Rp 7 triliun,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat dihubungi di Paris, Perancis, Minggu (20/2). Agus berada di Paris untuk menghadiri konferensi tingkat menteri keuangan pada negara-negara kelompok G-20.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menyebutkan, nilai pemesanan yang masuk ke 20 agen penjual hingga 14 Februari 2011 masih mencapai Rp 4,8 triliun. ”Hasil final (pemesanan) akan kami umumkan Senin (21 Februari 2011),” ujarnya.

Sebelumnya, jumlah surat berharga negara (SBN) yang sudah diterbitkan sejak awal Januari 2011 mencapai Rp 12,2 triliun. Dengan demikian, total SBN yang sudah diterbitkan ditambah hasil penerbitan SR-003 (jika Menkeu memutuskan menerima semua pemesanan) adalah sekitar Rp 19,2 triliun.

Untuk menerbitkan sukuk, Kementerian Keuangan harus memiliki aset yang dapat dijadikan sebagai dasar transaksinya (underlying asset). Dalam penerbitan SR-003 ini, pemerintah memegang underlying asset (berupa aset bangunan kementerian dan lembaga) senilai Rp 10,8 triliun pada tahun 2011. Dengan demikian, sebenarnya, total jumlah sukuk ritel yang bisa dilepas pemerintah pada penerbitan tanggal 23 Februari 2011 nanti adalah sekitar Rp 10,8 triliun.

Jadwal penerbitan SR-003 setelah masa penawaran pada 7-18 Februari 2011 adalah masa penjatahan pada 21 Februari 2011. Saat penjatahan inilah, jumlah pemesanan investor akan disetujui oleh Menteri Keuangan, yang kemudian dilanjutkan dengan pembayaran pada saat penerbitan, yakni 23 Februari 2011.

No comments:

Post a Comment