Sunday, February 13, 2011

Krisis Mesir Menjadi Peluang Untuk Kembangkan Industri Pariwisata Indonesia

Krisis politik di Mesir seharusnya menjadi peluang bagi pariwisata Indonesia. Jika dikelola dengan baik, arus kunjungan pariwisata ke Mesir bisa dialihkan ke Indonesia karena memiliki kesamaan dalam hal kebudayaan Islam. Kalangan pengelola pariwisata memperkirakan krisis politik masih akan berlanjut hingga pemilu September mendatang.

”Meski presidennya sudah mundur, gejolak politik belum akan selesai. Hal itu membuat wisatawan masih enggan berkunjung ke Mesir. Padahal, Mesir merupakan negara yang banyak bertumpu pada sektor pariwisata sehingga potensi yang bisa dialihkan ke Indonesia sangat besar,” kata Wakil Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar di Jakarta, Sabtu (12/2).

Menurut Asnawi, Mesir menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin mengetahui seputar kebudayaan Islam. Karakter itu mirip dengan Indonesia karena banyak peninggalan kebudayaan Islam di Nusantara yang tak kalah hebat dari Mesir. Misalnya, peninggalan Walisongo di sejumlah daerah serta kepopuleran Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.

”Persoalannya, bagaimana kita membuat pembenahan di sektor pariwisata dan bisa menjamin keamanan bagi wisatawan. Kami sih tidak muluk-muluk, bisa mengalihkan sekitar 10 persen wisatawan yang masuk ke Mesir saja sudah lumayan bagus,” paparnya.

Asita berharap situasi keamanan dalam negeri lebih kondusif. Tragedi yang menimpa jemaah Ahmadiyah di Banten dan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, jangan sampai terulang kembali. ”Kalau jaminan keamanan tidak ada, wisatawan tidak akan mau berkunjung ke sini,” katanya.

Asnawi menambahkan, selain situasi kondusif, pariwisata Indonesia juga harus berbenah. Pembenahan meliputi masalah kebersihan serta dukungan infrastruktur dan transportasi yang memadai. Jika semua syarat terpenuhi, lonjakan wisatawan yang berasal dari pengalihan Mesir akan mulai terasa dalam empat hingga enam bulan mendatang.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, arus kunjungan dari Mesir ke Indonesia hanya berkisar 200 orang per bulan. Persentase arus kunjungan wisatawan dari Mesir hanya berkisar 3 persen dari total wisatawan mancanegara.

Namun, Ketua Asita DI Yogyakarta Edwin Ismedi Himna mengatakan, selama ini Mesir belum termasuk pasar potensial wisata Indonesia. Perjalanan wisata tujuan ke Mesir juga minim

No comments:

Post a Comment