Tuesday, February 15, 2011

Konsumsi Premium Meningkat Menjelang Penghapusan Subsidi

Menjelang pelaksanaan pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi mulai April 2011, konsumsi premium mulai meningkat. Sepanjang Januari 2011, realisasi konsumsi premium meningkat 9,13 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tingkat konsumsi premium ini juga disebabkan melejitnya harga pertamax dan laju pertumbuhan kendaraan bermotor.

Menurut Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono, seusai rapat dengar pendapat umum dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah, Senin (14/2), di Jakarta, konsumsi premium diperkirakan terus meningkat menjelang pelaksanaan pengaturan BBM bersubsidi.

Secara terpisah, Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo, pekan lalu, menyatakan, volume penjualan pertamax turun sekitar 10 persen. Penurunan volume penjualan itu didorong oleh kenaikan harga pertamax yang saat ini sebesar Rp 7.950 per liter seiring melejitnya harga minyak dunia.

”Turunnya volume penjualan pertamax 10 persen untuk Januari saja, itu biasa,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, volume penjualan pertamax berkisar 1 juta sampai 1,5 juta kiloliter per tahun. Jika pengaturan BBM bersubsidi dilaksanakan pada April nanti, perseroan itu memperkirakan ada penambahan volume penjualan hingga mencapai sekitar 4 juta kilo liter. ”Penambahan volume pertamax itu dari penghematan BBM bersubsidi,” kata dia.

Data BPH Migas menyebutkan, realisasi konsumsi BBM pada Januari 2011 sebesar 3.260.167 kiloliter atau naik 6,09 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. ”Ini juga berarti realisasi konsumsi BBM pada Januari tahun ini melebihi yang direncanakan dalam kuota BBM,” kata Tubagus.

No comments:

Post a Comment