Tuesday, April 19, 2016

Baru 3 Bulan Operasi Modalku Sudah Mampu Salurkan Pinjaman Senilai Rp 3 Milyar ke UMKM


Iwan Kurniawan, Direktur Operasional Modalku mengatakan, dalam tiga bulan beroperasi di Tanah Air, jumlah investor dan peminjam di Modalku sudah mencapai ratusan. "Namun, kurang dari 10 persen atau paling banyak 10 persen dari aplikasi yang masuk yang kami setujui aplikasinya," ujarnya, Selasa (19/4).

Alasannya, kata Iwan, 90 persen nasabah yang ditolak Modalku tidak lulus tes penilaian kelayakan kredit yang dilakukan perseroan. Modalku sendiri memiliki dua tes penilaian kredit, baik lewat cara tradisional (tatap muka dan survei) maupun cara-cara inovatif yakni menggunakan aplikasi pintar untuk mengukur tingkat kejujuran seseorang.

"Mereka yang aplikasinya ditolak lantaran secara finansial belum memenuhi syarat. Misalnya, ada usahanya, tetapi kurang bagus, belum ada laba, tidak ada potensi pertumbuhan karena beberapa sektor risikonya meningkat," tutur Iwan. Modalku merupakan platform yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam. Rata-rata peminjam di Modalku adalah mereka yang belum feasible atau unbankable. Padahal, secara umum, bisnisnya berkembang bagus.

Penyedia jasa ini membatasi kisaran penyaluran pinjaman, mulai dari Rp50 juta sampai Rp500 juta dengan tenor bervariasi antara tiga bulan sampai 12 bulan. Adapun, bunga kredit yang dipatok Modalku berkisar 15 persen - 20 persen per tahun.

Selama ini, pemberi pinjaman di Modalku merupakan investor perorangan. Namun, belakangan ini, Modalku berekspansi dengan merangkul bank sebagai mitra. Bank ini berperan sebagai pihak ketiga (escrow) yang menampung dana yang diberikan dari investor ke peminjam.

Salah satu yang digandeng Modalku sebagai mitra adalah PT Bank Sinarmas Tbk. Selain Bank Sinarmas, sambung Iwan, Modalku juga akan membuka peluang kerja sama dengan bank-bank lain, terutama mereka yang banyak bermain di segmen UMKM.

"Kemitraan dengan Modalku atau layanan keuangan berbasis teknologi informasi (financial technology/fintech) akan menguntungkan kedua belah pihak. Bank butuh teknologi. Di sisi lain, fintech memiliki technology, tetapi mereka tidak berperan sebagai bank," imbuh Freenyan Liwang, Direktur Utama Bank Sinarmas.

Saat ini, Freenyan menambahkan, perseroan masih bekerja sama sebagai escrow. Menurut dia, bukan tidak mungkin jika nantinya Bank Sinarmas menjadi investor atau pemberi pinjaman kepada peminjam di Modalku melalui skema linkage

No comments:

Post a Comment