Thursday, November 25, 2010

Penyaluran Kredit BNI Akan Fokus Di Industri Unggulan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengincar delapan industri unggulan potensial yang akan berkembang pesat hingga lima tahun mendatang.

Perseroan akan memanfaatkan 80 persen hasil penawaran saham umum terbatas senilai Rp 10,4 triliun untuk meningkatkan pembiayaan korporasi dan jaringan pemasok sekaligus.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo seusai rapat umum pemegang saham luar biasa BNI di Jakarta, Kamis (25/11).

”Bagi kami ke depan, bisnis inti kita hanya dua, bisnis banking dan yang kedua consumer banking and retail. Untuk bisnis banking, kami akan fokus kepada industri-industri unggulan yang kami anggap lima tahun mendatang menjadi unggulan di Indonesia,” ujar Gatot.

Perkembangan bisnis pertambangan, infrastruktur, industri kimia, telekomunikasi, ritel, dan agrobisnis mendorong manajemen mengembangkan produk kredit yang menyasar korporasi di sektor ini. BNI juga akan menyediakan pembiayaan perusahaan-perusahaan yang menjadi rantai pasok korporasi induk mitra mereka.

Sampai 30 September 2010, BNI sudah menyalurkan Rp 47 triliun kredit korporasi dan diperkirakan bisa mencapai Rp 50 triliun pada akhir tahun.

Penawaran saham

Direktur Business Banking Krishna R Suparto menjelaskan, perseroan juga akan melihat sektor unggulan di wilayah yang tak ada di daerah lain. Dia mencontohkan, sektor perikanan di Indonesia Timur serta kerajinan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

”Industri yang punya potensi besar adalah satu kombinasi yang kita lihat akan menopang pertumbuhan ekonomi. Jadi, secara garis besar, bisnis model dan rencana kerjanya akan mengarah ke sana,” ujar Krishna.

Direktur Konsumer dan Ritel Darmadi Sutanto menambahkan, BNI tengah mengembangkan sistem pelayanan berorientasi konsumen dari sebelumnya mengandalkan pendekatan produk. Perseroan akan menciptakan produk sesuai segmen dan mengikuti minat konsumen.

Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit konsumen, seperti kepemilikan rumah, kartu kredit, dan pembiayaan kendaraan bermotor, bisa tumbuh di atas 20 persen tahun ini.

Penawaran umum terbatas ketiga BNI dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dapat diperdagangkan di dalam dan di luar bursa pada 10-16 Desember 2010.

Setiap pemegang 500.000 lembar saham lama (seri C) mempunyai 110.473 HMETD. Rapat menyetujui peningkatan modal inti perseroan dari 10,2 persen per 30 September 2010 menjadi 16 persen-17 persen dengan penambahan modal inti Rp 10,4 triliun

No comments:

Post a Comment